Nama : Iklima
NIM : 190704006
Assalamu'alaikum teman-teman. Kali ini, aku ingin menjelaskan tentang salah satu akulturasi kebudayaan nusantara dengan kebudayaan Hindu-Budha, yaitu “Sistem Kepercayaan”. Artikel ini untuk memenuhi tugas akhir di mata kuliah “ TIK” guys. Jadi , mohon saran dan komentar dengan sopan di kolom komentar ya.
“Sistem Kepercayaan”
Teman-teman pada tau gak?, Sistem kepercayaan yang berkembang di Indonesia sebelum agama Hindu-Budha masuk adalah kepercayaan yang berdasarkan animisme dan dinamisme. Definisi Animisme menurut para ahli ialah kepercayaan bahwa roh(jiwa) itu tidak hanya berada pada makhluk hidup, tetapi juga pada benda-benda tertentu. Sedangkan Dinamisme ialah kepercayaan yang menyakini bahwa semua benda-benda yang ada di dunia ini memiliki kekuatan ghaib (sihir guys ). Setelah masuknya pengaruh agama dari India dan China ini, kepercayaan terhadap roh halus (makhluk gaib) tidak punah, ini dapat dilihat pada fungsi candi dan kuil. Fungsi Candi dan Kuil ialah sebagai tempat pemujaan. Nah, di Indonesia , di samping sebagai tempat pemujaan, Candi ataupun Kuil juga sebagai makam raja, atau untuk menyimpan abu jenazah raja yang sudah meninggal. Oleh sebab itu, makanya tempat penyimpanan abu jenazah raja didirikan patung raja dalam bentuk dewa yang dipujanya. Hal ini merupakan perpaduan antara fungsi candi dan kuil yang ada di India dan China dengan tradisi pemakaman dan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia.
Tapi guys, agama Hindu-Budha yang berkembang di Indonesia sudah mengalami perpaduan antara animisme dan dinamisme. Dengan kata lain, disebut sinkritisme. Sinkritisme ialah bagian dari proses akulturasi, yang berarti perpaduan dua kepercayaan yang menjadi satu. Oleh sebab itu, agama Hindu-Budha yang ada di Indonesia berbeda dengan yang ada di India ataupun China. Contoh perbedaanya ialah Upacara Nyepi, upacara ini tidak ada di India, tapi hanya ada di Bali-Indonesia.
Sejak masa pra-aksara, manusia di Nusantara sudah mengenal simbol-simbol yang bermakna filosofis. Contohnya nih guys, kalau ada orang yang meninggal, di alam kuburnya disertakan benda-benda yang diantara benda-benda itu terdapat lukisan seorang naik perahu. Hal ini memberikan makna bahwa orang yang sudah meninggal, rohnya akan melanjutkan perjalanan ke tempat yang membahagiakan (syurga). Manusia pada waktu itu sudah percaya bahwa adanya kehidupan setelah mati, yakni sebagai roh halus. Oleh sebab itu, roh nenek moyang di puja oleh orang yang masih hidup.
Begitulah sistem kepercayaan yang termasuk sebagai akulturasi kebudayaan agama Hindu-Budha yang ada di Indonesia. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dan salah dalam penulisan artikel ini. Sekian dari aku guys, terima kasih. Assalamu’alaikum.
Ma syaa allah semiga bisa berkembang dan bermanfaat
BalasHapusAminn ya allal.. Makasih ya
HapusMasya Allah bagus kali, semoga blog nya makin berkembang ke depannya amiin
BalasHapusAaminn. .. Mksih dhik
HapusBermanfaat infonya, keren ��
BalasHapusHehe .. Maksih kawan se atap ku🤣
HapusMasyaaah, bermanfaat sekali informasi nya.
BalasHapusBarakallhufikum...
TerimTerima banyak sudah mampir ke blok saya
HapusBerkarya terus kakak
BalasHapusOke dek rin
HapusMasyaAllah infonya sungguh menarik, semoga terus ber progres ya dek
BalasHapusIya. Mksih byk kk.. InsyaAllah
HapusWahh tulisannya sangat edukatif nih
BalasHapusAlhamdulillah. .. Mksih guruku
HapusMasya Allah
BalasHapusTerus berkarya ya sahabat kuh 😍
Siap bosku🤟
Hapus👍
BalasHapus