Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Puisi Bucin

    Mencintaimu      Oleh : Iklima Naya Lama aku mencintaimu Bagai perjalanan pendaki gunung Aku siap menyerbumu Dengan ribuan macam rengkuh Setiap detiknya, menitnya, jamnya bahkan hari, bulan, dan tahun Tak ada lain selain kau Macam orang gila jika aku mendengar panggilanmu Engkau abadi di hatiku Sepadan sore yang timbul lagi-lagi dalam penglihatanku Lama aku mencintaimu Dari semburat fajar bangun Hingga rembulan menerangi malamku Sendiri... Dengan perasaanku yang menggebu-gebu Lama aku mencintaimu Tulus dalam-dalam qalbuku Walaupun ku tak sadar Hal itu mengakar hebat di inti otakku Mudah bagiku Menyetarakan sayang-sayang Macam rambut pohon beringin Karena ku sangat mencintaimu Lama aku mencintaimu Di mana hempasan ombak Memecahkan batu-batu Menyeruak masuk ke sekujur sarafku Lama aku mencintaimu Di mana embun yang terus menyegarkan pagiku Seluruh rasa itu saling berpeluk dalam mendung Pecah menjadi hujan Da...

Cerpen

ASSALAMUALAIKUM Hai teman-teman! Kali ini, Ima mau bagi cerpen untuk para pembaca. Ini salah satu bentuk cerpen yang bertema lokal. Cerpen ini lebih dari 5000 kata dan asli imajinasiku kok, bukan dari pengalaman pribadi. Selamat membaca... Cerpen ini telah di terbitkan dalam buku SAKESAKU  PUAN PUALAM         Dilema hati yang diderita dara cantik rupawan seakan tak pernah berakhir. Berawal dari hobi berubah menjadi pekerjaan yang senang digelutinya setiap hari.  Lingkungan adalah masalah yang sering terjadi pada diri seorang. Begitu pun Cut Dwana, gadis yang baru menginjak usia 17 tahun selalu di dera rasa gelisah saat akan memulai pekerjaannya sebagai penari. Gelar Cut yang melekat pada dirinya membuat Ia senantiasa menjaga harga diri dan kehormatan keluarga.           Dentingan sendok yang menyentuh piring terdengar nyaring di meja makan keluarga Teuku Jadir Habsyi yang berjumlah empat orang. Dia dan istrinya, ana...

Puisi

Ibnu Rusyd Oleh : Iklima Naya Cordova tanah kelahiranmu Namamu bersinar di tanah itu Bersahaja jiwamu Lembut tutur katamu Jiwamu mendamaikan tanah gersang itu Ibnu Rusyd Puluhan tahun engkau berkelana Menyebar luaskan agama Allah Milyaran ilmu kau timba Tanpa kata jenuh dan lelah Ibnu Rusyd ummat Muhammad Kau tegakkan hukum dengan ilmu fiqh Kau shifahkan ummat Muhammad dengan ilmu At-Tib Semerbak ilmu kau tunaikan kepada generasi islam Kalimat haq Laa ilaa haillallah kau tegakkan Ibnu Rusyd khalifahku Gemilangnya masa kejayaanmu Kau hidupkan kota santri Dengan ribuan santri yang membaca karyamu Engkau goreskan tinta penerang Yang berisi syiar dalam bidayat Al Mujtahid Tautan penamu dalam Fi At Tib pun Telah jutaan kali ditelaah sang eropa Dengan nama Allah yang maha rahim Setitik goresan tinta dalam karyamu Kan ku kenang atas izin Allah Aceh 2019

Puisi

Candu Oleh : Iklima Naya Selamat malam Mimpi indah Ayat-ayat itu Menjadi penghantar tidurku Selamat pagi Apa kabar Bait-bait itu Menjadi pembuka hariku Tanpa terasa  Suaramu menjadi candu bagiku Tanpa sadar Rindu hadir membawa penyakit cinta Tak perlu ada kata cinta Ucapan dan tatapanmu mengatakan segala hal Tak perlu ada kata sayang Perhatianmu membeberkan semuanya Entah aku yang terbawa perasaan Entah aku yang salah mengartikan Atau memang engkau memberi harapan Aku tidak tahu.. Engkau mengucapkannya lagi Lagi dan lagi Membuatku kecanduan akannya lagi Selamat malam, mimpi indah Aceh 2019

Puisi

Asmara Oleh : Iklima Naya Assalamu’alaikum  yang di seberang sana Salam sejahtera untukmu yang di seberang lautan  Setiap hari setelah sang surya menyapa pagiku Salam untukmu ku hantar melalui semilir angin rindu Dibuat menunggu oleh waktu Itulah yang dilanda para gadis termasuk diriku Mungkin laki-laki di vonis lebih kuat dari wanita Tapi tidak sanggup jika di perintahkan untuk menunggu Aku tidak tahu keadaan ini salah atau benar Yang ku tahu  bahwa rasaku untuknya benar adanya Aku tidak tahu akankah dia bisa mendengar salam pagiku melalui angin rindu Yang kutahu bahwa aku senang mengucapkannya Aku tidak tahu apakah dia memiliki hati yang sama denganku Yang ku tahu hatiku kan senantiasa memuja namanya Apakah ada getaran yang sama? Apakah ada desiran yang serupa? Aku tidak tahu  Yang kutahu, aku terpesona olehnya Aceh 2019

Puisi

Salam Sapa Oleh: Iklima Naya Mentari yang indah Menyapa Pagi ku dengan Suara tawa para penuntut ilmu Duduk berderet di pinggir kolam Bergosip ria berita hoax Yang dirudung galau Menyibukkan diri dengan musik mellow Di bawah pokok tua di pinggir ring basket Virus merah jambu Memang sedang mengerogoti Sebagian remaja di kala ini Kuayunkan langkah Menusuri kelas per kelas Menebarkan salam Kepada mereka yang ku jumpa Tapi Engkau tahu Salam untuknya lebih dahulu kuhantar Melalui salam subuhku Salam sejahtera Aceh 2019

Artikel

Assalamu’alaikum. Hi, aku ima.  Today i have something for you. This is something big, but simple. Les’t read.            Kali ini kita akan membahas sesuatu yang sering kita hadapi dalam menjalani kehiduoan sehari-hari. Hal ini adalah sifat manusia tentang menghargai dan dihargai. Sebenarnya problematika sifat dan keinginan manusia itu bukan hanya sebatas menghargai dan dihargai, tapi masih sangat luas bahkan jika kita tulis satu persatu, mungkin akan menhabiskan semua kertas putih yang ada di dunia in. Karena itu untuk kali ini kita akan membahas tentang menghargai dan dihargai.             Menghargai dan dihargai adalah dua hal yang berbeda namun memiliki hubungan timbal balik yang sangat kuat, bahkan jika salah satunya tidak ada, maka hubungan timbal balik antara menghargai dan dihargai itu tidak akan berjalan. Jika bercermin dari hakikat, seseorang akan menghargai kita jika kita menghargai mereka. B...