Langsung ke konten utama

Postingan

Artikel

Nama  : Iklima NIM : 190704006        Assalamu'alaikum teman-teman. Kali ini, aku ingin menjelaskan tentang salah satu akulturasi kebudayaan nusantara dengan kebudayaan Hindu-Budha, yaitu “Sistem Kepercayaan”. Artikel ini untuk memenuhi tugas akhir di mata kuliah “ TIK” guys. Jadi , mohon saran dan komentar dengan sopan di kolom komentar ya. “Sistem Kepercayaan”             Teman-teman pada tau gak?, Sistem kepercayaan yang berkembang di Indonesia sebelum agama Hindu-Budha masuk adalah kepercayaan  yang berdasarkan animisme dan dinamisme. Definisi Animisme menurut para ahli ialah kepercayaan bahwa roh(jiwa) itu tidak hanya berada pada makhluk hidup, tetapi juga pada benda-benda tertentu. Sedangkan Dinamisme ialah kepercayaan yang menyakini bahwa semua benda-benda yang ada di dunia ini memiliki kekuatan ghaib (sihir guys ).  Setelah masuknya pengaruh agama dari India dan China ini, kepercayaan terhadap roh halus (makhluk...
Postingan terbaru

puisi motivasi

Guys!  Yang pada patah semangat, yang ga punya gairah lagi untuk hidup, yang berkali-kali gagal dalam setiap pencapaian, yang ga punya motivasi. Mari baca puisi di bawah ini! wkwkw:) Meraih Karya : Iklima Naya Beranjak dari peraduan Menatap alam yang penuh sumber daya Berdiri seraya menengadah Meminta dan bersujud pada yang Kuasa Bola mata melebar Saat banyak bintang yang terpampang Walaupun sekedar khayalan Tapi impian akan masa depan Benar adanya Bintang-bintang impian Gambaran masa sukses menyapa malam menjelma mimpi Rembulan harapan Kehidupan bagai roda menggelinding Mari bertali-temali Bangkit ! Membanting ide untuk raih mimpi Jangan lupakan suara iman pada yang Tinggi InsyaAllah sukses sampai akhir Medan 2019

puisi

Halo teman-teman.. Hari ini aku mau curhat kepada kalian. Ini tentang penyesalanku karena telah mencintai makhluk yang tidak bisa membalas cintaku. puisi di bawah ini menggambarkan suasana hatiku sekarang. Selamat membaca dan mohon kritik dan saran kalian di kolom komentar. Menyesal Karya : I klima Naya Hilang sudah Semua yang telah ku ukir Kosong sudah Luar dan dalam diri Siapa lagi yang akan datang Karena Ia tlah pergi Adakah waktu untuk menunggu Aku tersungkur Tuhan.. Tanyakanlah jiwaku Ragaku tlah berdusta Mengapa salah langkah Mengapa membuka sukma Tuhan.. Aku salah memberi hati Karena itu Aku tercabik-cabik Tuhan.. Aku menunggu pangeran berkuda putih Yang datang mengibarkan syiar tauhid Tuhan.. Sudah terlambatkah? Aku menyesal Medan 2019

Puisi Bucin

    Mencintaimu      Oleh : Iklima Naya Lama aku mencintaimu Bagai perjalanan pendaki gunung Aku siap menyerbumu Dengan ribuan macam rengkuh Setiap detiknya, menitnya, jamnya bahkan hari, bulan, dan tahun Tak ada lain selain kau Macam orang gila jika aku mendengar panggilanmu Engkau abadi di hatiku Sepadan sore yang timbul lagi-lagi dalam penglihatanku Lama aku mencintaimu Dari semburat fajar bangun Hingga rembulan menerangi malamku Sendiri... Dengan perasaanku yang menggebu-gebu Lama aku mencintaimu Tulus dalam-dalam qalbuku Walaupun ku tak sadar Hal itu mengakar hebat di inti otakku Mudah bagiku Menyetarakan sayang-sayang Macam rambut pohon beringin Karena ku sangat mencintaimu Lama aku mencintaimu Di mana hempasan ombak Memecahkan batu-batu Menyeruak masuk ke sekujur sarafku Lama aku mencintaimu Di mana embun yang terus menyegarkan pagiku Seluruh rasa itu saling berpeluk dalam mendung Pecah menjadi hujan Da...

Cerpen

ASSALAMUALAIKUM Hai teman-teman! Kali ini, Ima mau bagi cerpen untuk para pembaca. Ini salah satu bentuk cerpen yang bertema lokal. Cerpen ini lebih dari 5000 kata dan asli imajinasiku kok, bukan dari pengalaman pribadi. Selamat membaca... Cerpen ini telah di terbitkan dalam buku SAKESAKU  PUAN PUALAM         Dilema hati yang diderita dara cantik rupawan seakan tak pernah berakhir. Berawal dari hobi berubah menjadi pekerjaan yang senang digelutinya setiap hari.  Lingkungan adalah masalah yang sering terjadi pada diri seorang. Begitu pun Cut Dwana, gadis yang baru menginjak usia 17 tahun selalu di dera rasa gelisah saat akan memulai pekerjaannya sebagai penari. Gelar Cut yang melekat pada dirinya membuat Ia senantiasa menjaga harga diri dan kehormatan keluarga.           Dentingan sendok yang menyentuh piring terdengar nyaring di meja makan keluarga Teuku Jadir Habsyi yang berjumlah empat orang. Dia dan istrinya, ana...

Puisi

Ibnu Rusyd Oleh : Iklima Naya Cordova tanah kelahiranmu Namamu bersinar di tanah itu Bersahaja jiwamu Lembut tutur katamu Jiwamu mendamaikan tanah gersang itu Ibnu Rusyd Puluhan tahun engkau berkelana Menyebar luaskan agama Allah Milyaran ilmu kau timba Tanpa kata jenuh dan lelah Ibnu Rusyd ummat Muhammad Kau tegakkan hukum dengan ilmu fiqh Kau shifahkan ummat Muhammad dengan ilmu At-Tib Semerbak ilmu kau tunaikan kepada generasi islam Kalimat haq Laa ilaa haillallah kau tegakkan Ibnu Rusyd khalifahku Gemilangnya masa kejayaanmu Kau hidupkan kota santri Dengan ribuan santri yang membaca karyamu Engkau goreskan tinta penerang Yang berisi syiar dalam bidayat Al Mujtahid Tautan penamu dalam Fi At Tib pun Telah jutaan kali ditelaah sang eropa Dengan nama Allah yang maha rahim Setitik goresan tinta dalam karyamu Kan ku kenang atas izin Allah Aceh 2019

Puisi

Candu Oleh : Iklima Naya Selamat malam Mimpi indah Ayat-ayat itu Menjadi penghantar tidurku Selamat pagi Apa kabar Bait-bait itu Menjadi pembuka hariku Tanpa terasa  Suaramu menjadi candu bagiku Tanpa sadar Rindu hadir membawa penyakit cinta Tak perlu ada kata cinta Ucapan dan tatapanmu mengatakan segala hal Tak perlu ada kata sayang Perhatianmu membeberkan semuanya Entah aku yang terbawa perasaan Entah aku yang salah mengartikan Atau memang engkau memberi harapan Aku tidak tahu.. Engkau mengucapkannya lagi Lagi dan lagi Membuatku kecanduan akannya lagi Selamat malam, mimpi indah Aceh 2019